5 Cerita Horor Rumah Sakit Paling Angker di Indonesia.
Selain sebagai tempat menangani orang yang sakit, rumah sakit juga memang dikenal dengan tempat yang horor banget, apalagi ketika memasuki malam hari. Hal itu tidak bisa dipungkiri karena memang fungsi dari adanya rumah sakit sendiri adalah tempat yang diisi dengan berbagai macam kejadian dari fase sakit, kritis, hingga meninggal. Salah satu contohnya adalah korban kecelakaan. Rumah sakit juga terkenal sebagai tempat angker karena di setiap rumah sakit memiliki ruangan khusus jenazah atau biasa disebut kamar mayat. Bisa dikatakan rumah sakit adalah tempat horor kedua setelah kuburan. Terlebih saat kita sedang sendirian menjaga teman atau keluarga yang sedang dirawat. Hiii bawaannya pengen peluk suster *eh. Nah, di sini Yukepo punya cerita misteri tentang 5 rumah sakit paling angker di Indonesia. Mungkin salah satu rumah sakitnya berada di daerahmu.1. Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM)

Berada
di Jakarta Pusat, rumah sakit ini pertama dibuka tahun 1919. Memang
terbilang sudah sangat lama rumah sakit ini menangani berbagai macam
pasien. Namun di balik itu, rumah sakit ini punya banyak kisah mistis
yang sering dialami pasien atau kerabat pasien yang sedang menjenguk ke
RSCM. Salah satu cerita mistis tentang RSCM adalah terjadi tahun 2008,
ada seorang mahasiswa sebut saja Ramli (nama disamarkan) ketika pulang
kuliah menuju rumahnya, Ramli melihat segerombolan orang sedang
berkumpul di pinggir jalan. Ketika didekati, ternyata terjadi kecelakaan
sepeda motor yang terbilang cukup parah. Saat sedang melihat korban,
Ramli pun mengenali korban kecelakaan tersebut. Ia adalah teman sekampus
Ramli. Dengan segera ia menolong temannya tersebut dan membawa ke rumah
sakit terdekat dengan bantuan warga yang berada di lokasi kejadian.
Kebetulan rumah sakit memadai yang paling dekat dengan tempat terjadinya
kecelakaan adalah RSCM. Setibanya di RSCM, teman Ramli mendapatkan
perawatan intensif karena luka yang dideritanya cukup parah. Ramli pun
segera menghubungi kedua orang tua korban. Namun, orang tua temannya
berada di luar kota. Besok pagi baru bisa sampai di Jakarta. Orang tua
korban pun meminta Ramli untuk menemani anaknya hingga setibanya mereka
sampai di RSCM besok pagi. Ramli pun menelpon keluarganya untuk meminta
izin menemani temannya di rumah sakit. Saat itu jam menunjukkan pukul
23.30, suasana rumah sakit sudah sangat sepi. Ramli mencoba tidur tapi
ga bisa karena masih shock dengan apa yang dialami teman kampusnya.
Karena merasa bosan, Ramli memutuskan untuk mencari segelas kopi. Ia pun
menanyakan letak kantin kepada suster yang ia temui di salah satu
lorong RSCM. Namun ternyata letak kantin yang ditunjukkan suster amat
membingungkan. Terpaksa ia mencari-cari sendiri dengan insting yang ia
miliki demi segelas kopi. Ketika Ramli menelusuri salah satu lorong yang
lebih gelap dari lorong-lorong sebelumnya, ia mencium aroma obat-obatan
yang sangat menyengat. Selang beberapa menit, ia mendengar suara aneh
seperti orang sedang berbisik yang berasal dari sebuah lorong di
depannya. Ramli pun mencari sumber suara tersebut karena merasa
penasaran. Ketika ramli mendekati sebuah bangsal yang sangat minim
cahaya, suara aneh itu terdengar jelas di dalam bangsal. Dengan rasa
penasaran campur takut, Ramli pun berjalan memasuki bangsal tersebut. Di
dalam ruangan itu banyak sampah medis bertaburan di lantainya. Ketika
Ramli memasuki bangsal, suara tersebut pun seketika menghilang. Segera
Ramli menyebar pandangannya melihat kondisi bangsal yang terlihat sangat
berantakan. Pandangan Ramli pun tertuju pada sebuah meja yang terletak
di sudut ruangan, saat itu pandangannya sedikit buram karena kondisi
bangsal yang minim cahaya. Setelah berusaha melihat dengan jelas, betapa
kagetnya Ramli dengan apa yang ia lihat, ia melihat sepotong kepala
wanita berambut panjang tergeletak di atas meja dengan wajah senyum dan
mata menatap tajam ke arah Ramli sambil cekikikan. Sontak Ramli pun
kaget campur lemas dengan apa yang ada di hadapannya saat itu. Ia pun
bergegas lari dari ruangan tersebut menuju keluar dengan tergesa-gesa,
namun ia tersandung sesuatu di depan bangsal. Seketika Ramli menoleh
mencoba ingin tahu apa yang membuatnya tersandung, ternyata yang
membuatnya jatuh adalah tubuh seorang pria yang tidak memiliki tangan
dan kaki. Pria tersebut menatap Ramli dengan tatapan kosong tanpa
ekspresi apapun, Ramli pun segera bangun dan langsung lari meninggalkan
bangsal dan tak lama ia menabrak satpam hingga keduanya terjatuh. Satpam
tersebut kaget melihat Ramli yang sudah sangat pucat dan gemetaran.
Ramli pun segeran dibawa ke pos satpam untuk ditenangkan dan diberi
minum. Ramli pun menceritakan yang ia alami barusan. Satpam pun
meceritakan bahwa ruangan itu adalah bekas instalasi bedah umum, tetapi
bangsal itu sudah lama tidak di gunakan lagi. Dan memang tempat itu
sangat angker dan beberapa kali terlihat penampakan hantu berupa
potongan tubuh manusia. Ramli pun meminta diantarkan ke ruang ICU tempat
temannya di rawat. Dan ia tidak pernah meninggalkan tempat itu. Hingga
pagi menjelang.
2. Rumah Sakit Dharma Medika (Tulungagung)

Cerita
mistik (Kisah Nyata) ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu. Seorang
ibu berusia 55 tahun bernama Aminah (nama samaran) terbaring sakit dan
dirawat di sebuah rumah sakit ternama di Kota Tulungagung, Jawa Timur.
Ia menderita penyakit liver yang sudah parah. Mata dan kukunya sudah
berwarna kuning dan dokter berpesan kepada keluarga agar ikhlas dengan
apapun yang terjadi, karena penyakit nenek ini sudah kronis dan keluarga
terlambat membawanya ke rumah sakit. Ibu Aminah ini di rawat di ruang
kelas VIP agar mendapatkan perawatan intensif, mengingat sakitnya yang
terlalu parah. Pagi, siang, sore dan malam para petugas perawat datang
memeriksa sesuai jadwal rumah sakit. Bahkan pada malam hari ia
mendapatkan pemeriksaan dua kali oleh petugas suster, yaitu pada jam 7
malam selepas Isya’ dan jam 2 malam dini hari. Setiap jam 7 malam, ibu
Aminah selalu diperiksa oleh dokter dan diikuti oleh beberapa perawat
atau suster. Dan pada jam 2 malam, ia hanya diperiksa oleh seorang
perawat saja yang sudah berumur tua, sekitar 55 tahun sama seperti ibu
Aminah. Tim dokter setiap hari terus menasehati pihak keluarga agar
senantiasa bersabar dan ikhlas akan apapun yang terjadi, mengingat
perkembangan kesehatan ibu Aminah ini kian memburuk dari hari ke
hari. Namun, pada hari ke tujuh tim dokter terkejut ketika mendapati ibu
Aminah tampak segar bugar. Dari hasil pemeriksaan, ibu Aminah diketahui
kondisi kesehatannya mulai membaik. Lantas ibu Aminah menanyakan kepada
dokter dan para perawat yang memeriksanya pada jam 7 malam seperti
biasanya itu, kemana suster tua yang selama ini selalu mengobatinya pada
sekitar jam 2 malam. Ibu Aminah ingin mengucapkan terima kasih
kepadanya. Namun, dokter dan para perawat terkejut mendengar pertanyaan
ibu Aminah. Karena sesuai jadwal rumah sakit, tidak pernah ada
pemeriksaan yang dilakukan oleh suster maupun dokter pada jam 2 malam.
Dan yang lebih terkejut lagi, di rumah sakit itu tidak ada suster tua
yang berumur sekitar 55 tahun. Semua suster di rumah sakit itu rata-rata
masih muda, dan bahkan para dokter di situ juga masih muda, di bawah 50
tahun. Suasana menjadi merinding seketika karena pada saat itu adalah
jam 7 malam, di mana ibu Aminah mengatakan bahwa suster tua itu selalu
datang dari arah selatan, padahal arah selatan itu bukanlah ruang
perawat, melainkan kamar mayat.
3. Rumah Sakit Bandung Medical Center

Meski
sudah usang dan tidak pernah digunakan, rumah sakit ini masih tetap
dikunjungi oleh beberapa komunitas di malam hari. Tentunya hanya untuk
menguji nyali dan melihat penampakan yang ada di rumah sakit Bandung
Medical Centre atau yang akrab dikenal dengan BMC. Rumah sakit yang
berlokasi di Jalan H. Wasid No. 1, Lebak Gede ini sudah 17 tahun tidak
digunakan. Cerita ini terjadi pada tahun lalu, tepatnya pada malam
minggu jam 8 malam. Sekelompok 5 orang sekawan (batangan semua) mencoba
mendatangi BMC karena mereka penasaran dengan cerita angker yang terjadi
di sana. Ketika baru mau memasuki BMC, hawa tidak enak pun menghampiri
mereka berlima. Namun, nyali mereka tidak langsung menciut begitu saja.
Setibanya di dalam, di lantai 1 mereka mencium aroma bau busuk dan 3
orang melihat sosok 2 suster (buset baru lantai 1 aja udah dikasih
kejutan). Mereka pun langsung menaiki tangga di lantai 2. Di lantai 2
mereka mendengar ada yang mengetuk-ngetuk kaca di kamar bayi dan
seketika hawanya menjadi ga enak. Ketika sampai di lantai 3, terdengar
dengusan orang bernafas dengan kencang. Mereka saling tatap menatap
seolah ada yang sengaja melakukan itu. Lanjut naik ke lantai 4 salah
seorang dari mereka sepintas melihat sosok wanita berjalan memasuki
salah satu ruangan di lantai itu. Dan seketika saat itu suasananya
menjadi dingin. Selain dingin, suasana di lorong itu sangan lembab dan
sedikit sesak. Salah satu seorang di antara mereka juga mencium aroma
bau busuk. Mereka berlima pun segera mengurungkan niat berlama-lama di
dalam rumah sakit BMC karena suananya udah ga karuan. Namun ketika
mereka melawati kamar nomor 103-104 ada sesosok perempuan yang sedang
mengintip di jendela ke arah mereka. Setelah mereka keluar dari BMC,
mereka bertemu seorang warga sekitar dan menceritakan yang mereka alami
barusan. Menurut warga sekitar, perempuan yang mengintip di kamar 103
itu bernama Desi, ia bunuh diri di kamar itu.
4. Rumah Sakit Immanuel Bandung

Cerita
mistis ini terjadi pada tahun 2000. Di mana hari itu bertepatan dengan
malam jumat (engga kilwon). Salah seorang pasien bernama Ibu Eni saat
itu sedang melakukan proses persalinan di rumah sakit Immanuel. Proses
persalinan Ibu Eni berjalan dengan lancar. Ibu Eni melahirkan seorang
bayi perempuan sehat dan cantik. Keluarganya menyambut kelhiran bayi itu
dengan sukacita. Di malam setelah persalinan selesai, di kamar itu
hanya ada Ibu Eni dan suaminya yang sedang tertidur di sofa yang telah
tersedia di kamar persalinan. Perasaan gelisah menghantui pikiran Ibu
Eni karena mencemaskan bayinya yang letaknya lumayan jauh dari kamarnya.
Pada pukul 00.30 Ibu Eni terbangun karena ada suara gaduh di luar
kamarnya. Ia ingin membangunkan suaminya namun tak tega. Ibu Eni
mendengar suara di luar kamarnya seperti ada keranda yang sedang
didorong dengan kencangnya (seperti ada yang meninggal dunia) dan juga
terdengar suara isak tangis dari keluarga almarhum, mereka menangis
histeris. Ibu Eni mulai curiga karena suara itu berlangsung cukup lama.
Rasanya ingin sekali berjalan turun dari kasur dan mengintip di jendela
kamar. Namun, Bu Eni mengurungkan niatnya karena takut ada sesuatu hal
buruk terjadi. Esok paginya Ibu Eni bertanya kepada suster yang bertugas
saat itu. “Sus, tadi malam ada yang meninggal ya?” Tanya Bu Eni. “Iya
bu, ada. Tapi ibu tau dari mana ada orang yang meninggal?” Tanya suster.
“Tadi malam saya mendengar keranda melewati ruangan ini, isak tangis
keluarga pun terdengar”. Jawab Ibu Eni. “Hah? Ibu ga salah denger?
Memang tadi malam ada yang meninggal tapi engga lewat sini bu, yang
meninggal langsung dibawa ke kamar jenazah yang juga tidak melewati
ruangan ini” jelas suster itu. Ibu Eni pun langsung terdiam
mendengarnya. Suara itu pun terdengar selama dua hari dua malam. Karena
Ibu Eni sudah tidak kuat lagi, ia pun memutuskan untuk pulang ke rumah.
5. Rumah Sakit Mardi Waluyo (Blitar)

Berdiri
sejak 1942, rumah sakit ini memiliki banyak cerita misteri. Banyak
kejadian-kejadian mistis yang terjadi di gedung tua yang memang sudah
tidak difungsikan karena sudah ada bangungan baru di jalan Kalimantan.
Ada sebuah cerita yang dialami oleh seorang suami istri sebut saja
namanya Elis (samaran) usia kandungannya sudah menginjak ke 9 bulan dan
waktunya untuk melahirkan. Pada malam itu pukul 7 malam Elis dan
suaminya yang bernama Aji turun ke kota Blitar niat hati ingin membeli
baju bayi di toko perlengkapan bayi. Aji mengantarkan istrinya dengan
mengendarai motor. Sehabis membeli pakaian bayi Elis mampir ke warung
nasi goreng di pinggiran jalan Mawar. Tak terasa jam sudah menunjukan
pukul 10 malam. Aji dan Elis bergegas hendak pulang, ketika diparkiran
motor perut Elis terasa sangat sakit. Elis meminta Aji untuk membawanya
ke rumah sakit, karena Elis sudah merasakan bayinya akan lahir saat itu
juga. Akhirnya Ajipun langsung menyalakan mesin motornya dan menyisiri
jalan,untuk mencari rumah sakit terdekat, ketika melewati jalan depan
gerbang masuk gedung tua RS. MARDI WALUYO. Tanpa pikir panjang Aji masuk
gerbang gedung itu, dan memapah istrinya berjalan menuju suster jaga
dan satpam. ”Suster tolong istri saya mau melahirkan” kata Aji. Tanpa
bicara suster itu tersenyum dan menganggukan kepala. Elispun dibawa ke
ruang bersalin oleh 4 orang suster dan ada 1 dokter yg menangani prosesi
Elis melahirkan, tak lama kemudian Aji mendengar tangisan bayi. Setelah
Aji menemani istrinya yang habis melahirkan, ia pun pamit keluar kepada
istrinya yang sedang menyusui anaknya untuk mengabari keluarganya di
rumah. Aji pun pergi meninggalkan ruang bersalin, ketika Aji melewati
lorong dan melintasi kamar-kamar pasien, banyak pasien sakit dirawat di
sana, semua orang itu memandang ke arah Aji. Kemudian ia mencoba menyapa
salah satunya tetapi tak ada jawaban, semua diam membisu. Suster-suster
pun banyak yang lalu lalang tapi mereka diam semua. Aji mulai merasakan
ada sesuatu yang janggal pada rumah sakit ini. Ke esokan harinya
pagi-pagi jam 5. Aji kembali ke rumah sakit untuk menjemput istrinya
,ketika sampai di depan gerbang masuk. Aji mendapatkan keganjilan lagi
yang dirasakannya, tak ada satpam, tak ada mobil ambulan, tak ada suster
yang lalu lalang. Sepi seperti tak berpenghuni, tapi Aji tetap masuk
menuju kamar inap di mana istrinya semalam. Ketika dia menoleh ke kanan
dan ke kiri, semua kamar-kamar inap pasien sakitpun sepi. Tak ada satu
pasien pun. Hati Aji menjadi cemas, jantungnya berdegub kencang dan bulu
kuduknya merinding. Sesampainya di kamar inap pasca melahirkan, ia
tercengang kaget. Istrinya tidak ada di tempat, ia semakin cemas dan
takut, tetapi dia tetap memberanikan diri. Sambil menangis dia
memangil-manggil nama istrinya. Dia mencari kesetiap lorong kamar,
tetapi tak ada sahutan, dia berlari dan terus memanggil nama istrinya
Tiba- tiba langkahnyapun terhenti, ada satu lorong yang belum dilewati.
Yaitu lorong kamar mayat, dia pun berlari menuju ke arah kamar mayat.
Dia pun terhenti langkahnya dia mendengar isak tangis dari kamar itu,
dan seperti isak tangis istrinya. Tanpa pikir panjang Aji membuka pintu
kamar mayat. Dia mendapati istrinya menangis duduk sambil memeluk erat
anaknya dengan wajah yang pucat pasi,dan terlihat wajah ketakutan yang
luar biasa dari Elis. Elis tak bisa bicara cuma menangis lega karna Aji
datang menjemputnya. Aji langsung mengajak anak istrinya keluar dari
gedung itu.
sumber: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=12&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiTi_OSgv_ZAhUEPY8KHcbGDx4QFghcMAs&url=https%3A%2F%2Fwww.yukepo.com%2Fhiburan%2Fhorror%2F5-cerita-horor-rumah-sakit-paling-angker-di-indonesia-berani-baca%2F&usg=AOvVaw0S3XwW3njMK1s0aZFfNBsb
sumber: https://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=12&cad=rja&uact=8&ved=0ahUKEwiTi_OSgv_ZAhUEPY8KHcbGDx4QFghcMAs&url=https%3A%2F%2Fwww.yukepo.com%2Fhiburan%2Fhorror%2F5-cerita-horor-rumah-sakit-paling-angker-di-indonesia-berani-baca%2F&usg=AOvVaw0S3XwW3njMK1s0aZFfNBsb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar